Showing posts with label Kisah Hati. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hati. Show all posts

Tuesday, July 3, 2012

Paradise is where we are now


May Allah rewards us with Jannah... 


I remember when I first met you
I felt that God answered my call

There was that one place I always thought about

And I just wanted to be there with you

The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
I had a great feeling inside of me
That one day I’ll be there with you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward
Do you remember the hard times we went through?
And those days we used to argue
But there was not one thing that could bring us down
‘Cause we always had in our minds
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
The place we’ve been promised to live in forever
And best of all, it’s just me and you

I remember us praying at night
And just dreaming about this together
I’m so blessed to have you in my life
And now we can enjoy these blessings forever
Paradise is where we are now
Paradise, a dream come true
Paradise, O what a feeling!
Paradise, thank You Allah!


p/s: i share this bcoz i love it...much... :)

Thursday, June 7, 2012

WAR in our HEART !

Yakinlah...pasti hatimu menjadi tenang...


Assalamualaikum...

In the name of Allah the Most Gracious and the Most Merciful

Just would like to share this...

Ada sorang akhawat ni beri tazkirah and i love her words which is from a book, "Dimana DIA di Hatiku?" by Pahrol Mohd Juoi. I have that book, tp baru sempat membaca awal2 ja...banyak buku di rak buku saya sedang menunggu giliran utk dibaca, tuannya selalu berusaha utk membaca, tp selalunya satu demi satu buku dibaca tp x habis. pilihan utk dibaca mengikut semangat, keperluan dan citarasa saat itu. Moga Allah memberi kekuatan dan keberkatan masa utk saya membaca dgn baik. insyaAllah. 

ok terus kepada ayat yg menusuk qalbu saya, dari seorang penulis yg saya hormati dan kagumi...sahabat saya share satu part dari buku beliau, "Perang di dalam hati"... Sedar x sedar setiap hari diri kita berperang dgn pelbagai perkara kan?

Peranggan yang saya suka dlm part tu,

Peristiwa demi peristiwa sedang berlaku dalam hidup ini.
Ujian menjadi titian kepada kesuburan jiwa. 
Masalah menjadi anak tangga menuju kehalusan rasa. 
Fitnah adalah baja menyubur pohon iman."

kita akan terus diuji.

Demi kesuburan pokok, daun yg kering mesti gugur, ranting yg reput pasti jatuh.
Mujahid yg lemah akan kecundang. Saringan dan tapisan terus terjadi. 
Yang kalah mundur sebentar, bina semula kekuatan. 
Yang menang terus maju, akan ada lagi cabaran.

Subhanallah...sangatlah osem!!!

memang sungguhlah yg hidup kita ni satu perjalanan yg unik..yg dilimpahi perasaan yg pelbagai..kadang sedih...sekejap lg gembira..sebab kita ni manusia...dan tak mampu langsung manusia nak tafsirkan takdir yg terjadi. Maha Besar, Maha Teliti. Allah telah susun dgn sebaik2nya. Yakinlah, ada yg tersirat bg setiap sesuatu. 

Ni ayat yg saya suka jgk..

"ALLAH lebih kenal siapa kita daripada kita mengenal diri kita sendiri." Sangat cool kan?
MasyaAllah...

just wonder, kita ni, manusia, selalu x ikut perintah Allah, ada ja nak merungut n beri alasan. bila fikir semula, Allah yg cipta kita, DIA lebih hebat dan kenal dan Maha Tahu apa yg terbaik utk kita. tp kita still nak memandai-mandai...hee...
Astaghfirullah...

Yakinlah...pasti hatimu menjadi tenang... :)

p/s: pesanan buat diri dan semua





Thursday, October 13, 2011

Menjaga hati...

Assalamualaikum semua...

Kali ni nak menulis tentang sesuatu yg besar dan penting dalam hidup kita walaupun ia nampak @ rasa macam kecil. Apakah ia?

Sehingga Nabi Muhammad s.a.w bersabda,

"Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rosak dan kotor, maka kotor dan rosaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati."

(Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Nu'man bin Basyir)

Hati, qolb dalam bahasa Arab lebih sesuai dengan sifatnya iaitu membolak balik. ini menunjukkan yg hati seseorang itu sentiasa bergejolak dan tidak stabil.

Jadi betapa pentingnya kita berdoa kpd Pemegang hati kita dan Pemilik kita, agar tidak membolak balikkan hati kita setelah Dia memberikan petunjuk kepada kita. Dan sentiasalah menjaga seketul daging ini. Saya tidak berniat utk menulis berkenaan kategori hati kita @ status hati.

Saya nak menulis tentang, betapa perlunya kita menjaga hati kita dari berprasangka buruk. Ini adalah salah satu penyakit hati, dan kita as muslim perlu menjaganya.

Astaghfirullah...astaghfirullah...astaghfirullah....

Saya amat risau dgn keadaan ini, saat ia datang tanpa diundang. kita hanya manusia biasa, perlu diakui, tapi bukanlah alasan utk meneruskannya. jadi hati kita perlu dididik supaya bersangka baik.

Faktor-faktor yang dapat mempertahankan atau menambah keharmonian hubungan ukhuwah antara sesama Muslim adalah ketulusan hati dan prasangka baik (husnuzhzhan). Dengan alasan tersebut Allah dan Rasul-Nya melarang kita berburuk sangka (su'udzdzan) dan mengikutinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa" [al-Hujurat, 491: 12].

Kita harus selalu berprasangka baik terhadap saudaramu. Orang yang selalu curiga terhadap semua masalah akan mendapatkan dirinya sangat jauh dari nasihat. Umar bin Khaththab: "Janganlah berprasangka terhadap setiap ucapan yang keluar dari lisan saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik, selama kamu masih mendapatkan celah kebaikan dalam ucapannya itu."

Kita sama sekali tidak dituntut untuk mengetahui niat buruk dalam tindak-tanduk seorang sahabat, dan yang harus anda lakukan adalah mencari celah untuk menempatkan perbuatan saudaramu sebagai sesuatu yang baik.

Ketahuilah bahawa prasangka dapat mendorong kepada perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan) yang dilarang dalam agama.

Sahabat yang setia dan kawan yang tulus adalah orang yang dapat menjaga hatinya dari prasangka buruk dan mampu menjaga lisannya dari melontarkan penghinaan kepadamu, walaupun kamu pernah membuatnya marah atau kurang memperhatikannya dalam waktu-waktu tertentu.

Panjang lagi nak tulis sebenarnya, tapi cukup setakat ni dulu...

Sesama kita mengajak dan didik hati kita supaya berprasangka baik. 

Prasangka buruk hanya akan memudaratkan ukhuwwah dan merosakkan hati.

p/s: tulisan ini buat diri dan semua.

Ruj:
1) Al quran
2) virus2 ukhuwwah by Abu 'Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah

Wednesday, September 28, 2011

benar-benar tulus...




Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus...,

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., maka tidak akan banyak daie yang berguguran di tengah jalan.

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., nescaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, fikiran mereka bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat akan terhindarkan.

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., maka dia tidak akan peduli apakah ditempatkan di bahagian belakang ataupun depan, apakah sebagai jundi yang tidak dikenal sama sekali ataukah sebagai qiyadah yang harus mengeluarkan keputusan-keputusan.

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., maka tidak akan sisa ruang dihatinya kecuali rasa cinta dan memaafkan kepada saudara-saudara seperjuangannya.

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., maka semua akan sangat menghargai waktu. Tidak akan tersisa waktunya kecuali ia mereka sedang beribadah kepada Allah SWT di sudut mihrab atau sedang berdakwah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus..., maka setiap orang yang kurang kuat komitmetnya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh dengan komitmennya akan menyesali dirinya kerana ingin berbuat lebih banyak dengan harapan mendapat keredhaan Allah SWT.

*Rujukan: Komitmen Daie Sejati, karya Muhammad Abduh

p/s: dr emel seorang sahabat


Sunday, September 11, 2011

Terima Kasih


terima kasih ya Allah...


Alhamdulillah...Terima kasih ya Allah
atas segala nikmat yang kau kurniakan

terima kasih...

atas keterbatasan akal yang mengajarku menghargai satu ilmu dan kefahaman

atas kesempitan waktu yang mengajarku menghargai satu minit tambahan

atas kemiskinan yang mengajarku menghargai satu ringgit lebihan

atas kelaparan yang mengajarku menghargai sebiji kurma dan seteguk air

atas kelemahan badan yang mengajarku menghargai satu kekuatan

atas keseorangan yang mengajarku menghargai satu detik bersama seorang teman

atas kemuraman yang mengajarku menghargai sepotong senyuman yang berjaya diukirkan

atas tangisan yang mengajarku menghargai satu suasana kegembiraan

atas kesilapan yang mengajarku menghargai satu kebenaran yang ku lakukan

atas kefuturan yang mengajarku menghargai satu lintasan himmah yang ku rasakan

atas kelalaian yang mengajarku menghargai satu saat kekhusyukan

atas dosa yang mengajarku menghargai satu amal soleh dan taubat yang berjaya dilakukan

Terima kasih ya Allah...atas segalanya -

sungguh, duduk di bawah dan atas hanyalah ujian dalam perjalanan...
semuanya hanya berlaku atas ketentuanMu yang Maha Teliti dan Maha Mengetahui segalanya

pengakhiran yang baik jualah yang kami harapkan.

p/s: terima kasih ya Allah atas tarbiyyah yang mengajar kami menghargai erti belajar daripada segala yang berlaku

"ya muqallibal qulub, thabbit qalbi ala deenik."

Jazakumullahu khairan katheera buat semua yang bersama2 dalam perjalananku ini..